Sosialisasi

Senin, 10 Desember 2018

Rapat Kerja Forum Komite Sekolah (FKKS) Se-Kabupaten Aceh Besar Tahun 2018

Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) se-Kabupaten Aceh Besar menggelar Rapat Kerja (Raker) pada Senin (10/12/2018) di Aula SMKN Al-Mubarkeya.
Acara yang dilaksanakan oleh MPD berlangsung sehari itu diikuti oleh 75 orang peserta dengan narasumber dari unsur kepala sekolah, Affilinda SPd, komite sekolah, Mohd Nur M Ali SSos, dan MPD, Prof Dr Mustanir, Drs Zulkifli MM, Tgk Fachruddin Lahmuddin, Tgk Hafizd, Tgk Masrul Aidi, dan Dra Rusnaini.

Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Besar mengatakan kegiatan raker ini merupakan untuk kajian evaluasi program-program tahun 2018 dan mematangkan program tahun 2019.

"Dalam raker dibicarakan mengenai kelembagaan dan kinerja komite sekolah. Mengenai kelembagaan, beliau menuturkan masih banyak SK komite yang hanya dibuat oleh kepala sekolah, dan belum tersedianya fasilitas ruang kantor untuk komite sekolah," ujarnya.

"Selain itu belum disusunnya ad/art, program kerja, dan visi misi. Dalam raker ini kita bahas tuntas, semoga ke depan komite sekolah dapat berperan aktif dalam memajukan pendidikan di tingkat satuan pendidikan," harapnya.

Sementara salah seorang narasumber, Mohd Nur, yang juga ketua komite sekolah SMPN 2 Mesjid Raya mengatakan kegiatan ini untuk singkronisasi program komite sekolah dengan Disdikbud dan MPD Aceh Besar serta dapat sharing informasi antara sesama anggota FKKS khususnya dan komite di satuan pendidikan masing-masing pada umumnya.


Foto-Foto Kegiatan :






Rabu, 05 Desember 2018

MPD Aceh Besar Gelar Sosialisasi Pencegahan Pungutan Liar

Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Besar menggelar sosialisasi pencegahan pungutan liar bagi komite dan kepala sekolah dalam lingkup satuan pendidikan Aceh Besar. Kegiatan yang dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Dr Silahuddin MAg ini berlangsung di Aula SMK N 1 Almubarkeya, Kecamatan Ingin Jaya, Rabu (5/12/2018). 

Kadisdikbud Aceh Besar mengatakan, tahun 2018 masih ditemukan kasus di beberapa tempat di Aceh Besar dimana ada guru yang berurusan dengan pihak berwajib. Hal ini ditengarai karena ketidak tahuan mereka bahwa ada perbedaan antara sumbangan dan kutipan/pungutan. 

“Yang jelas beberapa kasus yang terjadi dikarenakan ketidaktahuan mereka, bukan sengaja mereka melakukan pemotongan akan tetapi karena ketidaktahuan mereka,” ujar Silahuddin. 

Sementara Ketua MPD Aceh Besar, Prof Dr H Mustanir Yahya MSc menyadari bahwa sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan itu butuh dana, seperti dana BOS yang Rp 800 ribu per siswa tingkat SD, dan Rp 1 juta per siswa tingkat SMP tidaklah cukup untuk membiayai dana pendidikan apalagi ada kegiatan-kegaitan tambahan di sekolah itu.

“Maka untuk itulah disini kita memberikan pemahaman kepada para komite dan kepala sekolah bagaiamana caranya agar ini dibolehkan, dan harus diketahui oleh para guru. Contohnya, pungutan untuk kegiatan sekolah tambahan, itu kan bukan sumbangan tapi pungutan, dan itu termasuk pungli karena ditujukan dan ada jumlahnya serta besaran yang diwajibkan, hal itu dikategorikan pungutan liar,” sebut Mustanir. 

“Sumbangan dan Pungutan itu beda definisi dan karakternya yang menyebabkan tidak boleh, yang tidak boleh itu pungutan, kalau sumbangan sukarela itu boleh,” tambahnya lagi. 

Melalui sosialisasi ini, ia mencoba memfasilitasi kepada para kepala sekolah dan komite sekolah di Kabupaten Aceh Besar dengan tujuan agar tidak terjerat masalah hukum terkait sumbangan-sumbangan di sekolah, dimana dalam kegiatan ini diikuti oleh 300 Komite dan Kepala Sekolah se-Aceh Besar dengan pemateri dari kejaksaan, ombudsman dan dari kepolisian. 

Ia juga berharap, untuk mendukung pelaksanaan pendidikan yang berkualitas perlu dana dan fasilitas yang tentu harus mengikutsertakan masyarakat, yang memang masyarakat Aceh sudah terbiasa dengan sumbangan atau wakaf. 

“Akan tetapi dengan adanya peraturan saber pungli, itu perlu di atur jangan sampai niat baik masyarakat untuk berkontribusi di bidang pendidikan menjadi ranahnya hukum, inilah yang kita coba beri pemahaman,” pungkasnya

Foto-Foto Kegiatan :




   






Senin, 26 November 2018

Pemilihan Komite Sekolah Berprestasi Tahun 2018






Selasa, 14 Agustus 2018

Pengumuman Seleksi Komite Berprestasi Se - Kabupaten Aceh Besar Tahun 2018

">

Minggu, 12 Agustus 2018

Pedoman Pelaksanaan Pemilihan Komite Sekolah Berprestasi Tahun 2018

Undangan untuk Komite Sekolah se Kab. Aceh Besar

Kamis, 19 Juli 2018

Sosialisasi Ke Luar Daerah











Rakor FKKS Se Kab. Aceh Besar Tahun 2018














Senin, 07 Mei 2018

Rembuk Pendidikan Kab. Aceh Besar Tahun 2018

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar melaksanakan Rembuk Pendidikan Tahun 2018. Kegiatan yang terselenggara atas dukungan MPD Aceh Besar tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 28 April 2018 di Aula Pasca Sarjana UIN Aceh menghadirkan Narasumber Pusat Bapak Drs. Anas M. Adam, M.Pd yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Menengah pada Dirjen GTK Kemendikbud. Rembuk Pendidikan 2018 bertema “Membangun Pendidikan Aceh Besar Yang Bermartabat Dalam Bingkai Syariat Islam” dibuka langsung oleh Bapak Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali yang di hadiri oleh Ketua MPD Aceh Besar, Plt. Kepala Disdikbud Aceh Besar, Kankemenag Aceh Besar, Anggota DPRA, Kepala Sekolah, Komite Sekolah, serta pelaku dan pemerhati pendidikan.

Ketua MPD Aceh Besar Prof. Dr. Mustanir Yahya, M.Sc dalam paparannya menyampaikan bahwa Pendidikan menjadi tanggungjawab bersama. Berbicara mengenai pendidikan maka sesuatu hal yang tidak pernah ada habisnya karena pendidikan sangat-sangat luas cakupannya, maka untuk membangun pendidikan ini harus di gerakkan secara bersama-sama.

Pendidikan di Aceh khususnya Aceh Besar harus berbeda dengan daerah lain karena di Aceh memiliki peraturan khusus yang mengatur tentang pendidikan  islami. Pendidikan kita bukan hanya delapan standar pendidikan nasional saja, tetapi Aceh memiliki delapan standar plus untuk nilai-nilai islami yang kita tanamkan di dunia pendidikan khusunya di Aceh Besar. Maka Program Sekolah  full day yang di canangkan Bupati Aceh Besar menjadi model pendidikan yang sangat tepat untuk mendukung pendidikan berkarakter islami.

MPD Aceh Besar sangat mendukung program ini dan bersama-sama dengan pelaku dan pemerhati pendidikan akan merumuskan serta mengawal bersama terhadap implementasi program sekolah full day ini.

Foto-foto kegiatan