Selasa, 03 Desember 2013

Sosialisasi Tupoksi & AD/ART Komite Sekolah

Pendahuluan

Peran serta masyarakat dalam bidang pendidikan merupakan amanat UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioanal. Peran serta masyarakat tersebut diwujudkan dalam wadah Dewan Pendidikan (di Kabupaten Aceh Besar disebut dengan Majelis Pendidikan Daerah) dan Komite sekolah untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan.

Pembentukan dan pengembangan Komite Sekolah di Aceh Besar menjadi perhatian utama dari Majelis Pendidikan Daerah Aceh Besar sebagai mitra kerja penghubung dengan pihak sekolah dan masyarakat secara langsung. namun dalam perkembangannya tugas pokok dan fungsi komite sekolah belum dapat berjalan secara maksimal dan terintegrasi, sebagaimana tertuang dalam PP nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Ada dua kelemahan mendasar dalam hal ini, yaitu :
  • Proses pembentukan Komite Sekolah yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan kondisi daerah serta kebutuhan sekolah (hanya SK penunjukan langsung dari kepala sekolah) sehingga komite sekolah tidak berjalan secara mandiri dan profesional
  • Hubungan kemitraan antara komite sekolah dan pihak sekolah belum sepenuhnya dipahami sehingga belum mengakomodir berbagai masalah yang timbul terkait dengan peningkatan mutu pelayanan pendidikan di sekolah.
Berdasarkan surat Bupati Aceh Besar tanggal 10 Juni 2013 tentang Penetapan Komite Sekolah, Majelis Pendidikan Daerah Kabupaten Aceh Besar memfasilitasi seluruh sekolah untuk mengusulkan susunan kepengurusan komite sekolah yang selanjutnya akan disusun kembali dalam sebuah Surat Keputusan (SK) yang ditanda tangani oleh Ketua MPD Aceh Besar. Adapun SK penetapann Komite Sekolah yang di tanda tangani oleh Ketua MPD guna memperjelas wewenang dan hubungan antara sekolah, Komite Sekolah dan Majelis Pendidikan Daerah. 

Untuk mewujudkan sebuah Komite Sekolah yang mandiri dan profesional, maka dilakukan pemberdayaan secara bertahap untuk mendorong dan memotivasi seluruh komite sekolah mulai dari SD/MI sampai SMU/MA/SMK yang ada di seluruh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar. Oleh sebab itu pemahaman tuugas pokok, dan fungsi serta penyusunan AD/ART komite sekolah perlu disosialisasikan dan didiskusikan bersama untuk memastikan bahwa masyarakat (Majelis Pendidikan Daerah dan Komite Sekolah) dan Sekolah/Pemerintah (instansi terkait) memiliki gerak langkah yang sejalan dalam rangka peningkatan mutu pelayanan pendidikan di Aceh Besar.

Tujuan

Sosialisasi Tupoksi & AD/ART Komite Sekolah bertujuan untuk :
  • Mengupayakan terbentuknya Komite sekolah yang mandiri dan profesional dengan pemahaman tupoksi dan AD/ART sesuai dengan amanat PP nomor 17 tahun 2010
  • Mendiskusikan metode/model pemilihan anggota dan susunan organisasi pengurus komite sekolah yang dapat diterapkan di seluruh sekolah sesuai dengan kondisi daerah dan sekolah masing-masing
  • Mendiskusikan strategi upaya peningkatan/ pemberdayaan komite sekolah di seluruh Aceh Besar
Keluaran
Hasil yang diharapkan dari sosialisasi ini antara lain : 
  • Teridentifikasikanya rencana-rencana prioritas upaya pemberdayaan komite sekolah yang mandiri dan profesional terkait dengan peningkatan mutu pelayanan pendidikan di Aceh Besar
  • Terpilihnya 4 Komite sekolah sebagai model pengembangan Komite Sekolah yang mandiri dan profesional tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK yang mensinergikan program-program Nasional/ Daerah, MPD, dan Sekolah itu sendiri terkait dengan upaya peningkatan mutu pelayanan pendidikan di Aceh Besar
Pelaksanaan

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 November 2013 di Aula Kantor Camat Kuta Cot Glie pukul 09.00-16.00 WIB. Acara ini dilaksanakan secara bersama oleh Majelis Pendidikan Daerah Aceh Besar dengan dukungan teknis dari Sekretariat MPD Aceh Besar.

Rabu, 09 Oktober 2013

Penyusunan Perbup Tentang Qanun No. 6 Tahun 2010

Qanun No. 6 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Aceh Besar diharapkan dapat melahirkan beberapa Peraturan Bupati (Perbup) Aceh Besar, diantaranya yang dianggap urgen, yaitu :
  • Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Dayah/Pesantren
  • Peran serta masyarakat dalam Pendidikan
  • Wajib Baca Tulis Al Quran bagi siswa Sekolah Pendidikan Dasar 12 Tahun dan untuk Calon Pengantin yang beragama Islam

Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Dayah/Pesantren
 
Dayah/pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan agama yang bertujuan mendidikan Sumber Daya Manusia yang beriman, untuk berilmu dan taat serta memberi manfaat kepada umat manusia, dunia dan akhirat.

Ada beberapa hal yang menjadi masukan dalam penyelenggaraan pendidikan Dayah/ pesantren, diantaranya permintaan dalam hal pemberdayaan ekonomi untuk para santri agar dayah dapat cepat tumbuh berkembang dan mandiri. Selain itu diperlukan peraturan yang tegas dalam hala pembiayaan operasional pembangunan pendidikan dayah/pesantren.


Wajib Baca Tulis Al Quran bagi Siswa dan Calon Pengantin
 
Untuk masuk Sekolah dasar Wajib sudah bisa mengenal huruf Hijaiyah, masuk SMP harus lulus Iqra' 6 (standarisasi), masuk SMA harus sudah fasih membaca Al quran dan hafal 22 ayat pendek.Juga untuk Calon pengantin diharapkan sudah bisa membaca Al Quran

Peran Serta masyarakat dalam pendidikan
 
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa, negara dan agama.

Pendidikan tidak hanya tanggung jawab pribadi tetapi juga tanggung jawab semua pihak termasuk pemerintah, masyarakat dan lainnya. Dengan diterapkan pendidikan diharapkan terbinanya pribadi insan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Beberapa hal yang menjadi masukan dalam penyusunan Peraturan Bupati Aceh Besar tentang Qanun No. 6 Tahun 2010 akan dikonsultasikan dengan Bagian Hukum Kantor Bupati Aceh Besar. Dalam hal ini Majelis Pendidikan Daerah (MPD) akan ikut serta mengawasi alokasi anggaran untuk peningkatan mutu pendidikan. Komite sekolah diharapkan kerajasamanya dalam mengawasi pelaksanaan pengembangan mutu sekolah.

Rabu, 22 Mei 2013

Anakku, Jangan Coret Seragam Sekolahmu!

Menanti Pengumuman UN, 24 Mei 2013

Oleh Mustanir Yahya *)

PERHELATAN akbar bidang pendidikan di negeri ini, Ujian Nasional (UN) sudah berakhir. Beberapa hari kedepan kita akan mendapatkan hasilnya. Tentu kita menyambut baik komitmen Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh untuk tetap menyelesaikan evaluasi dan pengumuman hasil UN 2013 sesuai dengan jadwal sebagaimana direncanakan sebelumnya, yaitu;

Untuk SMA/SMK sederajat akan diumumkan pada 24 Mei 2013, SMP/MTS sederajat akan dilakukan bersamaan dengan Kejar Paket B yakni pada 1 Juni 2013, sementara untuk tingkat SD/MI/SDLB akan diumumkan pada 8 Juni 2013. Sekalipun terpaan badai cukup merepotkan beliau terkait kendala pelaksanaan UN tingkat SMA/MA dan Paket C di 11 provinsi mengalami pengunduran dari jadwal yang direncanakan semula.

Menghadapi pengumuman hasil UN tersebut, terbayang pada semua kita adalah perilaku anak-anak kita dengan aksi coret-mencoret baju dan konvoi di jalanan umum, yang di negara lain asing terlihat. Untuk 2013 ini, aksi coret-mencoret ini sudah kita saksikan yang dipertontonkan anak-anak kita dari SMA/SMK di Kota Tangerang, Banten, setelah mereka selesai mengikuti UN beberapa hari yang lalu.


Ekspresi kegembiraan

Maka prediksi kita sebagaimana juga sudah lazim terjadi pada tahun-tahun yang lalu, para peserta UN di seluruh Indonesia saat diumumkan hasil UN maka bagi mereka yang dinyatakan lulus langsung melakukan coret-mencoret baju seragam sekolahnya. Lalu, dilanjutkan dengan konvoi kendaraan bermotor di jalan umum, yang bukan hanya merugikan diri mereka tapi juga membahayakan orang lain. Perilaku seperti ini sering kita jumpai terjadi pada siswa tingkat SMA dan SMP, namun tidak ada pada siswa SD/sederajat.


Kegiatan coret-mencoret bagi sebagian siswa dianggap merupakan budaya dan luapan ekspresi kegembiraan. Kebanyakan dari para siswa menganggap aksi coret-mencoret saat kelulusan sebagai hal yang lumrah, karena jiwa mereka merasa bebas dan tak ada lagi beban. Namun, kalau dipikir lebih dalam, aksi coret-mencoret seragam sekolah merupakan tindakan yang tidak bermanfaat karena menghamburkan-hamburkan harta.

Hitung-hitungan sederhana; bila harga satu setel pakaian seragam bekas sekitar lima ribu rupiah, sementara jumlah peserta UN tahun pelajaran 2012/2013 untuk tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat di Provinsi Aceh tercatat sebanyak 150.022 siswa. Dengan asumsi 80% dari siswa peserta UN tahun ini adalah anak-anak yang patuh, santun, dan baik. Sementara hanya 20% siswa lainnya yang termasuk katagori sulit dikontrol atau hanya sejumlah 30.000 siswa saja yang ikut melakukan aksi coret-mencoret seragam, maka akan terbuang uang senilai Rp 1,5 miliar lebih. Sebuah kemubaziran yang luar biasa.

Tentu ada di antara kita pura-pura tidak tahu dan bertanya mengapa anak-anak kita tersebut melakukan coret-mencoret baju seragam sekolahnya? Sebenarnya kebiasaan corat-coret biasa dilakukan oleh anak usia Taman Kanak-kanak (TK) saat mereka baru saja bisa menggambar dan menulis, mengekspresikan kemampuan mereka.

Senin, 20 Mei 2013

Beberapa Program Kerja

1. Upaya Peningkatan Partisipasi Masyarakat
  • Penyusunan Naskah Akademik
  • Jaring masukan
  • Penyusunan qanun Penyelenggaraan Pendidikan
  • Pembahasan dan penetapan qanun oleh legislatif
  • Sosialisasi QANUN KABUPATEN ACEH BESAR NOMOR 6 TAHUN  2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGARAAN PENDIDIKAN
  • Pembuatan pilot project dan disseminasi
2. Anggota Tim Komisi Beasiswa
  • Program Khusus
  • Politeknik Pertanian
  • Tahfidzul Qur an
  • Program Umum
  • Bantuan skripsi
  • S-1 Luar negeri
  • S-2, S-3 dalam negeri dan luar negeri
  • Dayah salafiyah
3. Pembinaan oleh MPD Aceh (Lamteuba, 13 Nopember 2011)
  • Koordinasi
  • Lesson learn
  • Observasi
4. Workshop Monitoring dan Evaluasi Kualitas Pembelajaran
5. Pemetaan Hasil Ujian Nasional, salah satu alat uji mutu
6. Membangun Sekolah Unggul (SMA Ali Hasjmi)
7. Melengkapi Perbup Amanah Qanun No.6 Thn 2010

Profil MPD 2013

Dasar Hukum Pembentukan MPD Aceh Besar
  • Qanun Kabupaten Aceh Besar Nomor 14 Tahun 2004 tentang MPD, 13 Mei 2004
  • Keputusan Bupati Aceh Besar Nomor 41 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Anggota MPD

Anggota MPD Aceh Besar 2010-2015
(Keputusan Bupati Aceh Besar No. 136 Tahun 2013)

Ketua                        : Drs. H. Mustanir Yahya, M.Sc
Wakil Ketua              :
Tgk. H. Fakhruddin Lahmuddin, S.Ag
Wakil Ketua              : Tgk. H. Ibrahim Hasyim
Wakil Ketua              : Drs. Abu Bakar M.Si
Kepala Sekretariat    : T. Zahlul, SE
Anggota :
1. Dr. Mujiburrahman, M.Ag
2. Silahuddin, M. Ag 

3. H. Saifunsyah, SE.Ak, M. Si
4. Dra. Rusnaini

5. Drs. H. Zulkifli Ismail, MM

    Personalia MPD Aceh Besar 2010-2015
    (Keputusan Bupati Aceh Besar No. 41 Tahun 2005)

    Ketua                       : Drs. H. Nasri Noor
    Wakil Ketua             : Dr. H. Mustanir Yahya, M.Sc
    Wakil Ketua             : Tgk. H. Fakhruddin Lahmuddin, S.Ag
    Wakil Ketua             : Tgk. H. Ibrahim Hasyim
    Kepala Sekretariat    : T. Zahlul, SE
    Anggota :
    1. Prof. Dr. H. Khairil, M.Eng (Litbang)
    2. Silahuddin, M. Ag (Dayah)
    3. H. Saifunsyah, SE.Ak, M. Si (Pendidikan Umum & Agama)
    4. Dra. Rusnaini (Mutu dan akreditasi)
    5. Rahmawati, S.Pd  (PLS) 



    Personalia MPD Aceh Besar 2005-2010
    (Keputusan Bupati Aceh Besar No. 41 Tahun 2005)

    Ketua                      : Drs. H. Nasri Noor
    Wakil Ketua             : H.T. Banuruddin
    Wakil Ketua             : Dr. Bukhari Daud, M.Ed
    Wakil Ketua             : Dr. H. Mustanir Yahya, M.Sc
    Anggota :
    1. Drs. Jailani Sulaiman
    2. Tgk. Ibrahim Hasyim
    3. Ir. Bustamam Machmud, S.Pd, MBA, M.Sc
    4. Tgk. Fakhruddin, S.Ag
    5. Rahmawati, S.Pd

    Buku Bacaan

          Buku adalah jendela dunia, dengan membaca buku dapat menambah pengetahuan, ketrampilan, dan wawasan. Berikut adalah buku yang dpt dibaca oleh berbagai kalangan terutama kalangan pelajar untuk dapat meningkatkan prestasinya di sekolah.

    Semoga Bermanfaat..

    NB : Bagi yang tertarik membacanya, dapat membacanya dan menemukannya di Toko Buku terdekat di Kota Anda

    Terima kasih..


    Senin, 15 April 2013

    Seruan Bersama




    Dalam rangka meningkatkan dan menjaga mutu pendidikan di Kab. Aceh Besar, Majelis Pendidikan Daerah (MPD). Aceh Besar menyerukan kepada :

    1. Pengusaha Playstation (PS)
     

    2. Pedagang Rokok


    3. Pengelola dan Penyelenggara Pendidikan
     

    4. Pengusaha Warnet


    Jumat, 15 Maret 2013

    Seruan Bersama

    Dalam rangka mendukung pelaksanaan pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Aceh Besar, kami menyerukan kepada semua pihak agar dapat ikut serta berperan aktif. Terutama terkait dengan beberapa hal yang berhubungan dengan pendidikan, antara lain:
    1. Siswa tidak membawa HP/sejenisnya ke sekolah, dan sebagai alternatif solusi pihak sekolah/madrasah menyediakan telepon yang bisa dihubungi oleh orang tua/wali siswa. Bagi yang melanggar, sekolah dapat menerapkan sanksi yang mendidik.
    2. Sekolah mewajibkan dan menyelenggarakan sholat berjama'ah, terutama sholat dhuhur di sekolah/madrasah atau di mesjid/meunasah terdekat
    3. Semua pengelola pendidikan harus berbusana sopan dan rapi, sesuai dengan Syariat Islam 
    4. Jadikan sekolah/madrasah sebagai kawasan dilarang merokok dan bebas NAPZA
    5. Semua pihak agar memantau pengguna warnet/game online, agar tidak disalahgunakan
    6. Tenaga didik harus dapat menempatkan diri sebagai suri tauladan bagi seluruh masyarakat 
    Kota Jantho, 4 Februari 2013
    Plt. Ketua MPD Aceh Besar
    ttd
    DR. H. Mustanir Yahya, M.Sc

    Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar         Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar
    ttd                                                   ttd
              Drs. Razali                               Drs. H. Salahuddin, M.Pd
    NIP. 196005111995031001                 NIP. 196209271992031003

    Profil MPD

    Visi :
    Menjadikan MPD Sebagai badan normatif yang proactive dalam mengaktualisasikan perannya secara optimal sebagai mitra pemerintah dan masyarakat di Kab. Aceh Besar dalam melahirkan kebijakan-kebijakan pendidikan yang rasional, aspiratif, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yaitu terwujudnya masyarakat yang beriman dan bertaqwa, cerdas, maju serta berakhlak mulia.

    Misi :
    1. Mengembangkan sistem Pendidikan Islami di Kab. Aceh Besar
    2. Menyusun konsep-konsep pembaharuan dan peningkatan mutu pendidikan, termasuk  konsep pendidikan nilai-nilai (value education) yang sesuai dengan filosofi dan budaya masyarakat Aceh.
    3. Memberikan pendapat dan saran kepada Pemerintah Daerah dalam menetapkan kebijakan pendidikan.
    4. Mengawasi dan menilai pelaksanaan kebijakan dan program-program pendidikan
    5. Memotivasi masyarakat pada umumnya untuk berpartisipasi dalam membangun dan meningkatkan mutu pendidikan serta masyarakat pendidikan pada khususnya untuk berinovasi dan berprestasi

                    MPD Secara Struktur kelembagaan memiliki 9 orang pengurus yang terdiri dari 1 orang Ketua, 3 orang wakil ketua, dan 5 orang anggota pengurus. Mereka terdiri dari beberapa Tokoh Pendidikan di Aceh Besar yang sangat komit dan concern dengan masalah pendidikan di Kabupaten Aceh Besar. Mereka adalah..
    1. Drs. H. M. Nasri Noor (Ketua)
    2. Tgk. H. Ibrahim Hasyim (Wakil Ketua)
    3. DR. H. Mustanir Yahya, M.Sc (Wakil Ketua)
    4. Drs. Fahruddin Lahmuddin, S.Ag (Wakil Ketua)
    5. Khairil M. Eng (anggota)
    6. Silahuddin, M.Ag (anggota)
    7. H. Saifunsyah, SE, Ak. M.Si (anggota)
    8. Dra. Rusnaini (anggota)
    9. Rahmawati S.Pd (anggota)
                    Kesekretariatan MPD yang menjadi salah satu SKPD di lingkungan Pemkab Aceh Besar terdiri dari 1 orang Kepala Sekretariat, 1 orang Kasubbag, dan 3 orang staf. Meraka adalah :
    1. Teuku Zahlul, SE (Kepala Sekretariat MPD)
    2.  Drs. Yusri M. Yahya (Kasubbag Perpustakaan, D&P)
    3. Yani Elfika, SE (staf)
    4. Maisari A.Md (staf)
    5. Azhari (staf)
    Sampaikan Pertanyaan, Komentar, dll di bawah ini..

    MPD Kab.Aceh Besar powered by 123ContactForm.com | Report abuse